UPTD Puskesmas Gitik

Kabupaten Banyuwangi

Dalam melaksanakan tugasnya, selain pelayanan kesehatan tingkat pertama secara umum, Puskesmas Gitik mempunyai spesialisasi pada Penanganan Orang dengan Gangguan Jwa melalui Poli Kesat dengan Inovasi Teropong Jiwa.

INOVASI UNGGULAN (TEROPONG JIWA)

Inovasi Teropong jiwa (Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Ganguan Jiwa) merupakan Inovasi dalam upaya penanganan ODGJ secara komperhensif setelah mereka pasca pengobatan karena permasalahan sering timbul setelah mereka diobati. Banyak fungsi dan peran mereka tidak dapat dipenuhi dikarenakan sikap apatis dan diskriminasi dari masyarakat dan ironisnya terkadang keluarga sendiri frustasi untuk merawat dan mengupayakan pengobatannya. Kegiatan Inovasi ini dengan cara memberikan kegiatan terapi kerja yang bertujuan membantu ODGJ beraktualisasi diri memenuhi peran dan fungsi baik dikeluarga serta dimasyarakat. Stigma yang negative masyarakat terhadap ODGJ akan memperparah keadaan. Terkesan ODGJ adalah orang yang menakutkan ,tidak bisa bekerja lagi dan banyak kasus perceraian karena pasangan tidak mau lagi menerimanya karena dirasa sebagai beban dan tidak bisa bertanggung jawab lagi khususnya ODGJ pria. Meninjau kejadian dimasyarakat tidak semua pasien bisa dan mampu untuk dilakukan rehabilitasi adapula yang rawat jalan di Puskesmas sebagai Unit terkecil pelayanan kesehatan di masyarakat. Keluar masuk rehabilitasi membuat keluarga semakin frustasi dan parahnya bisa terjadi pemasungan. Meskipun ada progam jaminan kesehatan untuk membantu mereka,akan tetapi sampai kapan mereka bisa dicover mengingat kondisi ini berkepanjangan dan membutuhkan anggaran yang besar. Oleh sebab itu dengan Inovasi ini diharapkan bisa meminimalisasi kekambuhan dan bisa memperdayakan mereka melalui MOU kerja sama dengan keluarga asuh ataupun pengusaha asuh.

Beberapa hal yang mempengaruhi kesembuhan dan kekambuhan pasien :

·        Kurangnya kepedulian masyarakat

·        Keteraturan pengobatan

·        Kurangnya kegiatan dilingkunganya

·        Diskriminasi

 

Tahun 2017 s/d 2018 jumlah kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam hal ini gangguan jiwa berat di Puskesmas GitIk Rogojampi sebanyak 54 orang. Angka kasus pasung berjumlah 7 kasus, sebanyak 31 kekambuhan, yang bolak balik dirujuk 13, dan akibat perceraian 3 kasus. Mayoritas mereka pengangguran dan potensial mendapatkan perlakuan diskriminasi yang sulit diterima untuk menikah dan bekerja. Penyebab mereka lebih banyak karena masalah ekonomi,keluarga ada juga dikarenanakan penyalahgunaan NAPZA.

 

Paradigma masyarakat bahwa ODGJ sangat membahayakan dan tidak dapat bekerja lagi membuat masyarakat sering mendiskriminasikan dan acuh. Kurangnya kegiatan dirumah dan tidak adanya orang atau masyarakat yang perduli sering berdampak kekambuhan,pemasungan dan pasung ulang. Berbagai aspek yang diakibatkan jika ODGJ tidak diurus dengan benar salah satunya mereka bisa menjadi masalah sosial yang sangat mengancam tatanan kenyamanan keamanan kehidupan bermasyarakat. Banyak laporan warga ODGJ mengamuk membawa senjata tajam mengancam orang lain dan jika mereka gelandangan di jalan jalan ini juga sangat mengganggu kecantikan tatanan kota, khususnya Kabupaten Banyuwangi. Selama ini ODGJ hanya mengandalkan pengobatan medis seumur hidup. Padahal hal itu bukan jaminan sembuh. Bolak balik Rehabilitasi sangat membutuh biaya dan membebani anggaran dan PEMDA, karena mereka mayoritas miskin.

 

Medis bukanlah jalan keluar yang final, karena sejatinya aktifitas setelah rehabilitasi inilah yang menjadi salah satu kunci kesembuhan. Berangkat dari masalah diatas, Puskesmas gitik (th 2017) bersama pemangku kepentingan dengan merangkul UMKM, Sanggar seni kita sebut Para Pengusaha, dan orang yang peduli mengayomi kita sebut Orang Tua Asuh membuat terobosan inovasi berupa TEROPONG JIWA (Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa) dengan stategi membuat kolaborasi (Perjanjian Kerja Sama) PKS yang kita sebut “siji ati” (satu hati ).

 

Pada Tahun 2020 Inovasi teropong Jiwa mengembangkan cakupan layanan inovasinya dengan menambah jumlah pengusaha asuh dan keluarga asuh yang terlibat, menjual hasil kerajinan yang dibuat oleh para ODGJ secara onine melalui media sosial. Memberikan pelatihan dan konseling bagi keluarga dengan anggtoa keluarga penyandang ODGJ tentang bagaimana cara menangani dan mendampingi pasien dengan gangguan jiwa.

Bagi masyarakat yang memiliki keluarga dengan penyakit Gangguan Jiwa dapat mendaftarkan keluarganya untuk mendapatkan terapi dan difasilitasi untuk mendapat keterampilan dan tempat kerja yang produktif.

Contact Person Pengelola Program Jiwa Puskesmas Gitik

EKO  tlp./SMS/ WA  082244347480

 

ALAMAT SKPD

Alamat: Jl. Raya Sempi 24 Rogojampi - Banyuwangi, 68462

Phone/HP: 0333631118

E-mail: gitikpuskesmas@yahoo.co.id

Visi, Misi, Moto Pelayanan

UPTD Puskesmas Gitik Kabupaten Banyuwangi

VISI :

mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri untuk hidup sehat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gitik Tahun 2020

MISI :

menggerakkan dan mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup sehat

mewujudkan, memelihara, dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau

REKOGNISI

Belum memiliki rekognisi

LAYANAN PENGADUAN

UPTD Puskesmas Gitik Kabupaten Banyuwangi

Untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan di setiap instansi yang berada di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, anda dapat menyampaikan keluhan, laporan, kritik dan saran melalui sarana pengaduan yang telah kami persiapkan :

SARANA PENGADUAN PEMKAB BANYUWANGI
SMS : 082 131 545 555
Website : pengaduan.banyuwangikab.go.id
Instagram : Banyuwangi_kab
Facebook : KabupatenBanyuwangi
Twitter : @banyuwangi_kab
Lapor SP4N : 1708 (SMS)
www.lapor.go.id
PENGADUAN AKAN DI TANGGAPI PALING LAMA 1 x 24 Jam

Alur Pengaduan Pemkab Banyuwangi

JENIS PELAYANAN

UPTD Puskesmas Gitik Kabupaten Banyuwangi


OSS

Online Singgle Submission

OSS adalah sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik dengan seluruh kementerian/lembaga (K/L) negara hingga pemerintah daerah (pemda) di Indonesia. OSS dimaksudkan untuk memangkas waktu dan birokrasi dalam proses perizinan usaha. Kebijakan ini diambil pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian nasional melalui pertumbuhan dunia usaha yang selama ini mengeluhkan panjangnya waktu dan rantai birokrasi yang harus dilewati untuk memulai suatu usaha.

USER MANUAL OSS

Online Singgle Submission

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT

UPTD Puskesmas Gitik

0%

0%

0%

0%

0%

Jam Operasional

  • Senin - Kamis
  • 07.00 - 15.30 WIB
  • Jum'at
  • 07.00 - 15.00 WIB
  • Sabtu & Minggu
  • Libur